twitter
rss

LAPORAN HASIL PENGAMATAN KEPOLARAN SUATU SENYAWA
  1. A.      TUJUAN
Mengetahui tingkat kepolaran suatu senyawa yang dipengaruhi oleh selisih keelektronegatifan unsur pembentuk molekul atau momen dipol

  1. B.      ALAT DAN BAHAN
Alat
-          Buret             (1)
-          Corong         (1)
-          Statif             (1)
-          Gelas kimia (1)
-          Penggaris Politena (1)
Bahan
-          Aquades/air
-          Etano/alkohol
-          Aseton/propanon
-          Tetraklorometana

  1. C.      DASAR TEORI
-          Ikatan Ion
-          Ikatan Kovalen
-          Ikatan Polar & Non Polar
  1. 1.       Ikatan ion (atau ikatan elektrokovalen) adalah jenis ikatan kimia yang dapat terbentuk antara ion-ion logam dengan non-logam melalui gaya tarik-menarik elektrostatik  atau gaya tarik menarik antara 2 ion yang berbeda muatan. Dan  memiliki perbedaan elektronegativitas yang besar.
Sifat senyawa Ion :
-          Merupakan zat padat dengan titik leleh dan titik didih yang relatif tinggi
-          Rapuh, sehingga hancur jika dipukul
-          Lelehannya menghantarkan listrik
-          Larutannya dapat menghantarkan listrik di air

  1. 2.       Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh 2 atom yang berikatan. Ikatan kovalen terbentuk dari atom-atom unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi serta beda keelektronegatifannya lebih kecil dibandingkan ikatan ion.
Ikatan Kovalen Polar terjadi jika dua atom non logam berbeda kelektronegatifannya berikatan, maka pasangan elektron ikatan akan lebih tertarik ke atom yang lebih elektronegatif. Atau jika Pasangan Elektron Ikatan (PEI) tertarik lebih kuat ke salah 1 atom.
Ciri-ciri ikatan kovalen polar :
-          Senyawa nya terbentuk dari unsur yang berbeda
-          Tidak simetris
-          Adanya pasangan elektron bebas pada atom pusar
Ikatan Kovalen Non-Polar  merupakan  suatu ikatan kovalen dimana elektron-elektron yang membentuk ikatan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berputar dan berkeliling disekitar salah satu atom. Jika PEI (pasangan elektron ikatan) tertarik sama kuat ke semua atom.
Ciri-ciri ikatan kovalen non-polar :
-          Senyawa tersebut terbentuk dari unsur sejenis
-          Jika dari unsur tidak sama tetapi simetris maka non polar
-          Tidak ada pasangan elektron bebas pada atom pusat
Intinya,
Molekul polar tertarik pada suatu benda yang bermuatan elektron/listrik/medan magnet. Jika cairan dibelokkan oleh benda bermuatan electron/listrik/medan magnet maka cairan tersebut berisi senyawa polar, sedangkan jika cairan yang tidak dibelokkan oleh benda bermuatan electron/listrik/medan magnet maka cairan tersebut berisi senyawa nonpolar.

  1. D.      CARA KERJA
    1. Statif dan buret disiapkan. Buret dipasang pada statif. Gelas kimia diletakkan dibawah buret, dengan jarak cukup jauh
    2. Air dan alkohol di masukkan ke dalam buret dengan bantuan corong secara bergantian
    3. Penggaris politena digosokkan pada kain atau rambut yang kering hingga bermuatan listrik
    4. Membuka aliran buret dan penggaris politena yang sudah bermuatan listrik di dekatkan pada aliran aquades
    5. Mengamati reaksi yang terjadi dan mengulanginya pada air / alkohol
  1. E.       Hasil pengamatan
Larutan
Pengamatan
Dibelokkan /Tidak dibelokkan Polar/Non Polar
Aquades/air Dibelokkan Polar
Aseton Tidak dibelokkan Non polar
Tetraklorometana Tidak dibelokkan Non polar
Etanol Dibelokkan Polar

  1. F.       PEMBAHASAN
Karena bermuatan, senyawa polar tentu dapat menarik elektron. Medan magnet dan medan listrik mempunyai muatan juga. Sifat itu dapat digunakan untuk menyelidiki kepolaran beberapa senyawa molekul. Polar artinya kutub, sehingga dapat dikatakan bahwa senyawa-senyawa yang bersifat polar memiliki kutub. Jika didekatkan magnet pada suatu senyawa polar yang mengucur, maka senyawa tersevut akan bereaksi sehingga kucurannya akan mendekati atau menjauhi magnet.
a)      Aquades/air
Pada saat keran tabung buret dibuka, air mengucur ke dalam gelas kimia dan dikekatkan dengan penggaris plastik yang telah digosok pada rambut kering. Ternyata, membuat aliran air yang semula lurus membelok ke arah medan listrik yang dihasilkan oleh penggaris. Hal ini karena Molekul air yang tersusun atas 2 atom H dan 1 atom O merupakan ikatan kovalen polar.
b)      Aseton
Pada saat keran buret dibuka, aseton yang mengalir menuju gelas kimia sewaktu didekati oleh penggaris beraliran listrik tidak mengalami pembelokkan atau reaksi apapun. Hal ini karena molekul aseton mempunyai ikatan kovalen polar.

c)       Tetraklorometana
Pada saat keran buret dibuka,tetraklorometana yang mengalir menuju gelas kimia sewaktu didekati oleh penggaris beraliran listrik tidak mengalami pembelokkan atau reaksi apapun. Hal ini karena molekul Tetraklorometana mempunyai ikatan kovalen polar.
d)      Etanol/alkohol
Pada saat keran buret dibuka, etanol yang mengalir menuju gelas kimia yang awalnya lurus sewaktu didekati oleh penggaris beraliran listrik mengalami pembelokkan. Hal ini karena molekul etanol mempunyai ikatan kovalen polar.

  1. Pertanyaan
    1. Cairan manakah yang dipengaruhi oleh penggaris politena ?
    2. Apakah yang dapat ditunjukkan tentang molekul-molekul cairan yang terpengaruh oleh peristiwa tersebut?
    3. Keterangan apa yang dapat diberikan mengenai susunan elektron atom-atom dalam molekul tersebut?
Jawaban
  1. Cairan yang dapat dipengaruhi oleh penggaris politena adalah Aquades (air) dan Etanol (alkohol)
  2. Molekul-molekul cairan yang terpengaruh politena bermuatan listrik akan membengkok searah dengan pergerakan benda yang didekatkan
  3. Berupa susunan lewisnya

  1. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa apabila suatu benda bermuatan listrik didekatkan pada cairan tertentu maka akan ada reaksi yang berbeda-beda tergantung molekul cairan tersebut. Reaksi pembelokan suatu cairan ketika didekati benda bermuatan listrik terjadi apabila cairan tersebut mempunyai ikatan kovalen polar. Sedangkan apabila tidak ada reaksi maka cairan tersebut mempunyai ikatan kovalen non polar.
Judul : Percobaan uji kepolaran senyawa Tujuan : Untuk mengetahui tingkat kepolaran suatu senyawa Dasar Teori Senyawa kovalen adalah senyawa yang terjadi antara unsur-unsur nonlogam dengan unsur-unsur nonlogam melalui penggunaan elektron bersama. Senyawa-senyawa kovalen umumnya memiliki ikatan yang kurang kuat dibandingkan senyawa-senyawa ion. Senyawa-senyawa kovalen juga memiliki titik didih dan titik cair rendah. Perbedaan keelektronegatifan dan bentuk molekul yang tidak simetri pada senyawa kovalen mengakibatkan senyawa tersebut memiliki sifat polar. Pada senyawa kovaken polar tejadi pengkutuban, artinya ada bagian yang bersifat lebih negatif dan ada bagian yang bersifat lebih positif. Senyawa kovalen polar memiliki kekuatan ikatan antarmolekul yang kebih besar dibandingkan senyawa kovalen nonpolar. Hal ini juga mengakibatkan senyawa kovalen memiliki titik didih dan tinggi cair yang lebih tinggi. Suatu ikatan kovalen polar apabila PEI (Pasangan Elektron Ikatan) tertarik lebih kuat ke salah satu atom. Untuk molekul-molekul yang hanya mengandung dua atom, kepolarannya dapat ditentukan dengan mudah. Jika kedua atom itu sejenis, ikatannya pasti nonpolar. Contohnya :H2, Cl2, Br2. Jika kedua atom itu tidak sejenis, ikatannya pasti polar. Contohnya : GCl, HBr, BrCl. Untuk molekul-molekul yang hanya mengandung tiga buah atau lebih atom, kepolarannya ditentukan oleh PEB (Pasangan Elektron Bebas) yang dimiliki atom pusat, yaitu yang persis ditengah-tengah molekul. Jika atom pusat tidak mempunyai PEB, maka bentuk molekul itu simetris sehingga PEI tertarik sama kuat ke semua atom. Akibatnya molekul tersebut nonpolar. Jika atom pusat mempunyai PEB, maka bentuk molekul itu tidak simetris sehingga PEI tertarik lebih kuat ke atom pusat, akibatnya molekul tersebut polar. Percobaan ini akan menyelidiki kepolaran beberapa senyawa kovalen. Percobaan dilakukan dengan mengucurkan larutan senyawa kovalen dari buret. Pada kucuran didekatkan penggaris plastic yang telah digosokkan ke rambut yang kering sehingga memiliki muatan negatif. Karena senyawa kovalen polar memiliki kutub-kutub, maka akan menunjukkan reaksi positif terhadap penggaris plastik. Kucuran akan membelok mendekati atau menjauhi penggaris plastik. Alat dan bahan : Buret Statif Corong Akuades Etanol Gelas kimia Cara Kerja Pasang buret pada statif seperti pada gambar Isi buret dengan akuades. Pastikan bahwa kran buret tertutup agar akuades tidak mengalir keluar. Letakkan gelas kimia di bawah buret sebagai penampung cairan isi buret Gosokkan penggaris plastic pada rambut yang kering Alirkan akuades dari buret dengan membuka kran buret lalu dekatkan penggaris pada akuades itu.namun jangan sampai tersentuh. Amati apa yang terjadi. Ulangi langkah percobaan diatas dengan mengganti buret dengan etanol. Hasil Pengamatan No. Bahan Aliran zat cair terhadap penggaris Keterangan dibelokkan Tidak dibelokkan 1 Akuades V Polar 2 Etanol v Polar Menjawab pertanyaan Cairan manakah yang dipengaruhi oleh penggaris/polietena? >> cairan yang dipengaruhi oleh penggaris adalah akuades dan etanol Apakah yang dapat ditunjukkan tentang molekul-molekul cairan yang terpengaruh oleh peristiwa tersebut? >>yang dapat ditunjukkan adalah bahwa molekul akuades dan molekul etanol termasuk polar karena dapat tertarik oleh peng Keterangan apa yang dapat anda berikan mengenai susunan electron atom-atom dalam molekul tersebut?garis plastic yang telah bermuatan. >>keterangan yang dapat diberikan mengenai susunan electron atom-atom dalam molekul tersebut adalah tanda (+) dan (-) serta nilai kepolarannya. Pembahasan Perbedaan antara ikatan kovalen polar dan ikatan kovalen nonpolar adalah ikatan kovalen polar akan terpolarisasi membent uk muatan parsial. Karena bermuatan, senyawa polar tentu dapat menarik elektron. Medan listrik mempunyai muatan juga. Sifat itu dapat digunakan untuk menyelidiki kepolaran beberapa senyawa molekul. Polar artinya kutub, sehingga dapat dikatakan bahwa senyawa-senyawa yang bersifat polar memiliki kutub. Jika didekatkan penggaris plastik pada suatu senyawa polar yang mengucur, maka senyawa tersebut akan bereaksi sehingga kucurannya akan mendekati atau menjauhi penggaris plastik. Dalam percobaan ini, dilakukan penyelidikan berbagai senyawa molekul, antara lain : 1) Akuades Molekul air yang tersusun atas 2 atom H dan 1 atom O merupakan ikatan kovalen polar. Pada saat keran tabung buret dibuka, air mengucur ke dalam gelas kimia dan dikekatkan dengan penggaris plastik yang telah digosok pada rambut kering. T ernyata, membuat aliran air yang semula lurus membelok ke arah medan listrik yang dihasilkan oleh penggaris. Hal ini membuktik an adanya elektron listrik yang saling tarik-menarik antara air dan penggaris listrik. 2) Etanol Etanol disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolute atau alkohol saja adalah sejenis cairan yang m udah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat etanol dialirkan, medan listrik yang dihasilkan oleh penggaris plastik mengakibatkan pembelokan etanol ke arah medan listrik terebut. Hal ini membuktikan bahwa etanol termasuk ke dalam kovalen polar yang tentu dapat menarik elektron dari penggaris plastik. VIII. Kesimpulan Suatu larutan dikatakan bersifat polar apabila larutan tersebut tertarik saat didekatkan dengan medan listrik sedangkan suatu larutan dikatakan bersifat non polar apabila larutan tersebut tidak tertarik saat didekatkan dengan medan listrik.

Read more at: http://percobaandanpraktikum.blogspot.com/2012/10/uji-kepolaran-senyawa.html
dikutip dari Percobaan dan Praktikum
Judul : Percobaan uji kepolaran senyawa Tujuan : Untuk mengetahui tingkat kepolaran suatu senyawa Dasar Teori Senyawa kovalen adalah senyawa yang terjadi antara unsur-unsur nonlogam dengan unsur-unsur nonlogam melalui penggunaan elektron bersama. Senyawa-senyawa kovalen umumnya memiliki ikatan yang kurang kuat dibandingkan senyawa-senyawa ion. Senyawa-senyawa kovalen juga memiliki titik didih dan titik cair rendah. Perbedaan keelektronegatifan dan bentuk molekul yang tidak simetri pada senyawa kovalen mengakibatkan senyawa tersebut memiliki sifat polar. Pada senyawa kovaken polar tejadi pengkutuban, artinya ada bagian yang bersifat lebih negatif dan ada bagian yang bersifat lebih positif. Senyawa kovalen polar memiliki kekuatan ikatan antarmolekul yang kebih besar dibandingkan senyawa kovalen nonpolar. Hal ini juga mengakibatkan senyawa kovalen memiliki titik didih dan tinggi cair yang lebih tinggi. Suatu ikatan kovalen polar apabila PEI (Pasangan Elektron Ikatan) tertarik lebih kuat ke salah satu atom. Untuk molekul-molekul yang hanya mengandung dua atom, kepolarannya dapat ditentukan dengan mudah. Jika kedua atom itu sejenis, ikatannya pasti nonpolar. Contohnya :H2, Cl2, Br2. Jika kedua atom itu tidak sejenis, ikatannya pasti polar. Contohnya : GCl, HBr, BrCl. Untuk molekul-molekul yang hanya mengandung tiga buah atau lebih atom, kepolarannya ditentukan oleh PEB (Pasangan Elektron Bebas) yang dimiliki atom pusat, yaitu yang persis ditengah-tengah molekul. Jika atom pusat tidak mempunyai PEB, maka bentuk molekul itu simetris sehingga PEI tertarik sama kuat ke semua atom. Akibatnya molekul tersebut nonpolar. Jika atom pusat mempunyai PEB, maka bentuk molekul itu tidak simetris sehingga PEI tertarik lebih kuat ke atom pusat, akibatnya molekul tersebut polar. Percobaan ini akan menyelidiki kepolaran beberapa senyawa kovalen. Percobaan dilakukan dengan mengucurkan larutan senyawa kovalen dari buret. Pada kucuran didekatkan penggaris plastic yang telah digosokkan ke rambut yang kering sehingga memiliki muatan negatif. Karena senyawa kovalen polar memiliki kutub-kutub, maka akan menunjukkan reaksi positif terhadap penggaris plastik. Kucuran akan membelok mendekati atau menjauhi penggaris plastik. Alat dan bahan : Buret Statif Corong Akuades Etanol Gelas kimia Cara Kerja Pasang buret pada statif seperti pada gambar Isi buret dengan akuades. Pastikan bahwa kran buret tertutup agar akuades tidak mengalir keluar. Letakkan gelas kimia di bawah buret sebagai penampung cairan isi buret Gosokkan penggaris plastic pada rambut yang kering Alirkan akuades dari buret dengan membuka kran buret lalu dekatkan penggaris pada akuades itu.namun jangan sampai tersentuh. Amati apa yang terjadi. Ulangi langkah percobaan diatas dengan mengganti buret dengan etanol. Hasil Pengamatan No. Bahan Aliran zat cair terhadap penggaris Keterangan dibelokkan Tidak dibelokkan 1 Akuades V Polar 2 Etanol v Polar Menjawab pertanyaan Cairan manakah yang dipengaruhi oleh penggaris/polietena? >> cairan yang dipengaruhi oleh penggaris adalah akuades dan etanol Apakah yang dapat ditunjukkan tentang molekul-molekul cairan yang terpengaruh oleh peristiwa tersebut? >>yang dapat ditunjukkan adalah bahwa molekul akuades dan molekul etanol termasuk polar karena dapat tertarik oleh peng Keterangan apa yang dapat anda berikan mengenai susunan electron atom-atom dalam molekul tersebut?garis plastic yang telah bermuatan. >>keterangan yang dapat diberikan mengenai susunan electron atom-atom dalam molekul tersebut adalah tanda (+) dan (-) serta nilai kepolarannya. Pembahasan Perbedaan antara ikatan kovalen polar dan ikatan kovalen nonpolar adalah ikatan kovalen polar akan terpolarisasi membent uk muatan parsial. Karena bermuatan, senyawa polar tentu dapat menarik elektron. Medan listrik mempunyai muatan juga. Sifat itu dapat digunakan untuk menyelidiki kepolaran beberapa senyawa molekul. Polar artinya kutub, sehingga dapat dikatakan bahwa senyawa-senyawa yang bersifat polar memiliki kutub. Jika didekatkan penggaris plastik pada suatu senyawa polar yang mengucur, maka senyawa tersebut akan bereaksi sehingga kucurannya akan mendekati atau menjauhi penggaris plastik. Dalam percobaan ini, dilakukan penyelidikan berbagai senyawa molekul, antara lain : 1) Akuades Molekul air yang tersusun atas 2 atom H dan 1 atom O merupakan ikatan kovalen polar. Pada saat keran tabung buret dibuka, air mengucur ke dalam gelas kimia dan dikekatkan dengan penggaris plastik yang telah digosok pada rambut kering. T ernyata, membuat aliran air yang semula lurus membelok ke arah medan listrik yang dihasilkan oleh penggaris. Hal ini membuktik an adanya elektron listrik yang saling tarik-menarik antara air dan penggaris listrik. 2) Etanol Etanol disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolute atau alkohol saja adalah sejenis cairan yang m udah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat etanol dialirkan, medan listrik yang dihasilkan oleh penggaris plastik mengakibatkan pembelokan etanol ke arah medan listrik terebut. Hal ini membuktikan bahwa etanol termasuk ke dalam kovalen polar yang tentu dapat menarik elektron dari penggaris plastik. VIII. Kesimpulan Suatu larutan dikatakan bersifat polar apabila larutan tersebut tertarik saat didekatkan dengan medan listrik sedangkan suatu larutan dikatakan bersifat non polar apabila larutan tersebut tidak tertarik saat didekatkan dengan medan listrik.

Read more at: http://percobaandanpraktikum.blogspot.com/2012/10/uji-kepolaran-senyawa.html
dikutip dari Percobaan dan Praktikum